<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2604721967793190971</id><updated>2011-05-13T22:56:21.829-07:00</updated><category term='Mutiara hikmah'/><title type='text'>ukhuwah islamiyah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2604721967793190971/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zain el iraqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2604721967793190971.post-8747393657939167301</id><published>2011-04-21T07:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T08:24:18.330-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara hikmah'/><title type='text'>Sikap Wara' Menguntungkan</title><content type='html'>&lt;div class="subject root grey"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT0BmMSYeLvhRqwiC8RR7_HrUyGBV6qLfP9bpfORk7fp5iWwtDqNQ" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT0BmMSYeLvhRqwiC8RR7_HrUyGBV6qLfP9bpfORk7fp5iWwtDqNQ" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;- Kisah Sufistik - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali berpikir bahwa orang yang sempurna adalah orang&lt;br /&gt;yang mengenakan imamah terbaik dan pakaian mewah. Akan tetapi orang&lt;br /&gt;yang sempurna adalah yang menjauhi maksiat, menekuni wirid-wirid,&lt;br /&gt;beramal saleh, dan menuntut ilmu dengan penuh adab, karena ilmu akan&lt;br /&gt;menuntun pemiliknya mencapai kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mubarak suatu hari berkata, "Aku akan mengerjakan&lt;br /&gt;perbuatan yang akan membuatku mulia." Ia lalu menuntut ilmu hingga&lt;br /&gt;menjadi seorang yang alim. Waktu ia memasuki kota Madinah, masyarakat&lt;br /&gt;berbondong-bondong menyambutnya hingga hampir-hampir saja mereka&lt;br /&gt;saling bunuh karena berdesak-desakan. Ibu suri raja yang kebetulan&lt;br /&gt;menyaksikan kejadian itu bertanya, "Siapakah orang yang datang ke&lt;br /&gt;kota kita ini?"&lt;br /&gt;"Ia adalah salah seorang ulama Islam," jawab pelayannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian berkata kepada anaknya, "Perhatikanlah, bagaimana&lt;br /&gt;masyarakat berbondong-bondong mendatanginya. Raja yang satu ini tidak&lt;br /&gt;seperti kamu. Kamu, jika menginginkan sesuatu, harus memerintah&lt;br /&gt;seseorang untuk melakukannya. Tetapi, mereka mendatanginya dengan&lt;br /&gt;sukarela."&lt;br /&gt;Abdullah sesungguhnya adalah anak seorang budak berkulit hitam&lt;br /&gt;bernama Mubarak. Budak ini betisnya kecil, bibirnya tebal dan telapak&lt;br /&gt;kakinya pecah-pecah. Walaupun demikian, ia adalah seorang yang sangat&lt;br /&gt;wara`. Ke-wara'-annya ini akhirnya membuahkan anak yang saleh.&lt;br /&gt;Mubarak bekerja sebagai penjaga kebun. Suatu hari tuannya datang ke&lt;br /&gt;kebun.&lt;br /&gt;"Mubarak, petikkan aku anggur yang manis," perintah tuannya.&lt;br /&gt;Mubarak pergi sebentar lalu kembali membawa anggur dan menyerahkannya&lt;br /&gt;kepada tuannya.&lt;br /&gt;"Mubarak, anggur ini masam rasanya, tolong carikan yang manis!" kata&lt;br /&gt;tuannya setelah memakan anggur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarak segera pergi, tak lama kemudian ia kembali dengan anggur&lt;br /&gt;lain. Anggur itu dimakan oleh tuannya.&lt;br /&gt;"Bagaimana kamu ini, aku suruh petik anggur yang manis, tapi lagi-&lt;br /&gt;lagi kamu memberiku anggur masam, padahal kamu telah dua tahun&lt;br /&gt;tinggal di kebun ini," tegur tuannya dengan perasaan kesal.&lt;br /&gt;"Tuanku, aku tidak bisa membedakan anggur yang manis dengan yang&lt;br /&gt;masam, karena kamu mempekerjakan aku di kebun ini hanya sebagai&lt;br /&gt;penjaga. Sejak tinggal di sini aku belum pernah merasakan sebutir&lt;br /&gt;anggur pun, bagaimana mungkin aku dapat membedakan yang manis dari&lt;br /&gt;yang masam?" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuannya tertegun mendengar jawaban Mubarak. Ia seakan-akan memikirkan&lt;br /&gt;sesuatu. Kemudian pulanglah ia ke rumah.&lt;br /&gt;Pemilik kebun itu memiliki seorang anak gadis. Banyak pedagang kaya&lt;br /&gt;telah melamar anak gadisnya.&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah, ia berkata kepada istrinya, "Aku telah menemukan&lt;br /&gt;calon suami anak kita."&lt;br /&gt;"Siapa dia?" tanya istrinya.&lt;br /&gt;"Mubarak, budak yang menjaga kebun."&lt;br /&gt;"Bagaimana kamu ini?! Masa puteri kita hendak kamu nikahkan dengan&lt;br /&gt;seorang budak hitam yang tebal bibirnya. Kalau pun kita rela, belum&lt;br /&gt;tentu anak kita sudi menikah dengan budak itu."&lt;br /&gt;"Coba saja sampaikan maksudku ini kepadanya, aku lihat budak itu&lt;br /&gt;sangat wara' dan takut kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang istri pergi menemui anak gadisnya, "Ayahmu akan&lt;br /&gt;menikahkanmu dengan seorang budak bernama Mubarak. Aku datang untuk&lt;br /&gt;meminta persetujuanmu."&lt;br /&gt;"Ibu, jika kalian berdua telah setuju, aku pun setuju. Siapakah yang&lt;br /&gt;mampu memperhatikanku lebih tulus daripada kedua orang tuaku? Lalu&lt;br /&gt;mengapa aku harus tidak setuju?"&lt;br /&gt;Sang ayah yang kaya raya itu kemudian menikahkan anak gadisnya dengan&lt;br /&gt;Mubarak. Dari pernikahan ini, lahirlah Abdullah bin Mubarak.&lt;br /&gt;Quthbul Irsyad Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam qosidah Ainiyah-nya&lt;br /&gt;memuji Ibnul Mubarak. (I:78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul&lt;br /&gt;Asyraf, Kisah dan Hikmah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2604721967793190971-8747393657939167301?l=hidayatullahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/feeds/8747393657939167301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/2011/04/kisah-sufistik-sikap-wara-menguntungkan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2604721967793190971/posts/default/8747393657939167301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2604721967793190971/posts/default/8747393657939167301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/2011/04/kisah-sufistik-sikap-wara-menguntungkan.html' title='Sikap Wara&apos; Menguntungkan'/><author><name>zain el iraqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2604721967793190971.post-8505605304751271714</id><published>2011-03-12T19:37:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T19:39:28.469-08:00</updated><title type='text'>awas...</title><content type='html'>hati2 missionaris berkeliaran dia bisa membaptis orang dengan sembarangan......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2604721967793190971-8505605304751271714?l=hidayatullahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/feeds/8505605304751271714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/2011/03/awas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2604721967793190971/posts/default/8505605304751271714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2604721967793190971/posts/default/8505605304751271714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidayatullahi.blogspot.com/2011/03/awas.html' title='awas...'/><author><name>zain el iraqi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
